Lemparan
pertama dapat empat. Lemparan kedua dapat enam. Lemparan ketiga dapat dua. Lemparan
selanjutnya dapat berapa? Entah, tapi yang pasti akan dapat di antara satu
sampai enam. Dadu ibarat masa depan. Kita nggak tahu masa depan kita akan indah
atau sebaliknya. Kita nggak tahu besok kita masih hidup atau akan tiada. Kita nggak
tahu dia akan pergi atau tetap tinggal. Kita nggak tahu ujung jalan yang kita
lalui akan sama atau berbeda.
Kita
harus ingat satu pepatah ini, “Apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai.” Jadi,
mari kita melakukan hal baik dari sekarang dan selamanya supaya masa depan kita
indah, baik di dunia maupun di akhirat. Perjalanan yang mulus itu nggak ada. Setiap
perjalanan pasti ada cobaannya. Kita pasti bisa melaluinya karena Tuhan
memberikan cobaan kepada manusia pasti sesuai batas kemampuan manusia itu.
Ada
nggak sih manusia yang selalu bahagia? Pasti nggak ada karena kalau misalnya
manusia bahagia terus itu nggak asik, datar, dan nggak ada warna kehidupannya.
Hidup itu akan ada saatnya bahagia-sedih, sedih-bahagia, ataupun bahagia sekaligus sedih yang datang bersamaan.
Dadu
dilempar dan kita hanya bisa menebak hasilnya, tapi kita nggak tahu tebakkannya
benar atau nggak. Sama halnya dengan takdir, kita hanya dapat berkhayal tentang
masa depan yang indah, tapi kita nggak tahu khayalan itu akan jadi nyata atau
nggak. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Jika takdir baik yang didapat, kita
harus bersyukur. Akan tetapi jika mendapatkan sebaliknya, kita harus menerimanya
dengan lapang.
Comments
Post a Comment