Novel atau Komik?

Tahun 2014

       Kalau bicara tentang novel dan komik pasti hubungannya dengan cerita. Cerita fiksi dan non fiksi. Pendapatku, novel itu merupakan cerita fiksi dan ada juga yang non fiksi. Sedangkan, komik merupakan cerita fiksi. Entahlah, apa benar pendapatku ini…🙊
Sebagian besar teman sekelasku suka membaca novel. Tetapi, herannya aku tak begitu suka membaca novel, apa lagi novel remaja yang temanya percintaan. Aku malahan lebih suka membaca komik, cerita bergambar. Cerita komik yang bergambar sangat menarik buatku untuk dibaca. Sehingga aku lebih suka membaca komik dibanding membaca novel yang tak ada gambarnya.
Komik yang aku suka yaitu komik yang isinya cerita tentang detektif. Kalian tahukan komik Detektif Conan? Itu komik favoritku lho.
☆☆
Next, cerita singkat tentang komik Detektif Conan. Shinici Kudo, murid kelas 2 SMU Teitan adalah detektif SMU terkenal yang  telah berkali-kali memecahkan banyak kasus sulit sehingga dijuluki penyelamat kepolisian Jepang. Suatu hari, ketika tengah kencan dengan Ran, dia bertemu dengan kawanan pria berjubah hitam yang mencurigakan. Rasa ingin tahunya, membuat dia membuntuti mereka. Karena ketahuan menyaksikan aksi kejahatan yang dilakukan organisasi misterius itu. Shinici diberi minum racun yang baru dikembangkan. Sehingga tubuhnya mengecil.
Dalam kebingunan, Shinici memakai nama Conan Edogawa untuk memyembunyikan  identitasnya dan tinggal di rumah Ran, yaitu kantor detektif Kogoro untuk mengejar organisasi misterius itu. Untuk mengelabui masyarakat, dia pun sekolah di SD, dan berlanjutlah hari-hari penderitaan Conan yang menolong Kogoro dari balik layar.
☆☆
Kembali ke cerita “Novel atau Komik?”. Komik Detektif Conan adalah satu-satunya komik yang ku suka. Komik lain, seperti komik Doraemon, Naruto, dan lain-lain bukanlah sandinganku. Mungkin selanjutnya, komik-komik itu akan jadi komik favoritku. Tunggu ya, komik-komik yang lainnya.. Soalnya, aku lagi suka banget sama komik Detektif Conan. Sampai-sampai saat ini aku jadi kolektor komik Detektif Conan. He he he… malu aku, membongkar rahasia kecilku ini. ✌😸
Hmm…, novel yang ku suka sebenarnya belum ku ketahui. Tetapi dari pengamatanku selama ini, aku mempunyai hasilnya. Pertama, aku tidak suka novel tentang percintaan. Bukan berarti tidak suka, tetapi saat ini aku belum suka. Kedua, aku sepertinya suka novel tentang perjuangan. Buktinya  aku sangat tertarik dengan novel From Zero to Zero, sampai-sampai aku membaca novel tersebut sampai selesai dalam waktu 4 jam. Ketiga, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya aku lebih suka novel tentang perjuangan dibanding percintaan.
Memang aneh yah, kalau aku ini enggak suka novel tentang percintaan. Padahal saat ini aku kelas 2 SMP yang biasanya disebut remaja. Hmm, remaja biasanya tertarik dengan novel tentang percintaan. Seperti teman perempuan sekelasku yang rata-rata suka novel tentang percintaan. Beda banget sama aku yang enggak suka novel semacam itu. Kenapa yah, aku beda sama teman lainnya? Aku jadi merasa aneh lho, kenapa aku tak sejalan dengan pikiran teman-temanku. Aneh, aneh… 🙀
Hmm... sekarang kalau ditanya, pilih novel atau komik? Aku pilih keduanya, karena keduanya memang sama-sama menarik untuk dibaca dan mempunyai manfaat masing-masing. Tetapi diluar keduanya, semua buku itu sama pentingnya dan dapat menambah pengetahuan. ☺😊😀😃😄😆😉

Comments