Membaca dan Menulis Puisi

1.    Tema
 Tema adalah pokok persoalan yang mendasari sebuah karangan.
2.    Imaji (citraan atau daya bayang)
    Imaji dibagi menjadi empat, yaitu :
a)   Imaji visual (penglihatan)
Imaji visual adalah imaji yang muncul dari indera penglihatan.
b)  Imaji auditif (pendengaran)
Imaji auditif adalah imaji yang terbentuk dari pendengaran.
c)   Imaji taktif (peraba)
Imaji taktif adalah imaji yang muncul karena indera peraba.
d)  Imaji pembauan
Imaji pembauan adalah imaji yang muncul karena indera pembauan.
3.    Diksi
 Diksi adalah pemilihan kata.
4.   Majas
Majas adalah bahasa berkias yang digunakan untuk menguatkan maksud dari penulis kepada pembacanya.
       Majas dibagi beberapa macam, diantaranya :
a)   Simile (perumpamaan)
     Simile adalah majas berupa perbandingan antara dua hal yang pada hakikatnya berbeda tetapi sengaja dianggap sama.
     Perbandingan itu secara eksplisit tersirat dinyatakan oleh kata seperti bagai, sebagai, laksana, bak, seumpama.
Contoh : Bedanya seperti bumi dan langit.
               Seperti disengat kalajengking.
b)   Metafora
     Metafora adalah perbandingan yang singkat dan secara langsung (implisit).
Contoh : Gubernur Jateng dikerumuni para nyamuk pers.
c)    Personifikasi
   Personifikasi adalah majas yang menggambarkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia.
Contoh : Kursi tua itu menjerit kesakitan ketika ku duduki.
               Daun-daun itu ikut bernyanyi riang di pagi hari.
d)   Hiperbola
     Hiperbola adalah majas dengan cara melebih-lebihkan apa yang sebenarnya dimaksud.
Contoh : Tangisnya terasa meyayat hati.
               Sorak sorai penonton pecah membelah angkasa.


Comments