Kata Hubung (Konjungsi)

Kata hubung atau kata sambung adalah kata yang menghubungkan dua buah bagian kalimat atau antar kalimat.
o  Kata lalu dan kemudian memiliki makna yang sama.
o Kata akhirnya biasanya digunakan untuk menyimpulkan dan mengakhiri informasi dalam paragraf atau dalam teks.
Contoh :
Ø Pak Beruang pun tersenyum lalu dia menyapa dengan ramah kepada Nenek Jerapah.
Ø Setelah puas melihat keadaan Paman Kelinci, Marmut pun kemudian melenggang pulang.
Ø Akhirnya si Trenggiling selalu menggulungkan badannya setiap kali ada ancaman yang membahayakan dirinya.
           
v Kata hubung berfungsi sebagai penghubung antara satu kata dengan kata lain dalam suatu kalimat (konjungsi intrakalimat).
Misalnya : dan, tetapi, lalu, kemudian.
v Kata hubung berfungsi sebagai penghubung antara satu kalimat dengan kalimat lain (konjungsi antarkalimat).
Misalnya : akan tetapi, meskipun demikian, oleh karena itu.

Makna kata hubung :
a.    Bermakna hubungan penambahan.
Contoh :
o  Dodi menyapu lantai dan menghapus papan tulis.
b.    Bermakna pertentangan.
Contoh :
o  Belanda selalu berupaya membatasi ruang gerak Ki Hajar Dewantara namun demikian, semangat beliau tidak pernah surut.
c.    Bermakna kelanjutan.
Contoh :
o  Ki Hajar Dewantara dibuang ke Bangka kemudian beliau dipindah ke Belanda.

Pengelompokan Kata Hubung

            Berdasarkan perilakunya dalam kalimat kata hubung dapat dikelompokkan menjadi :
a.   Kata hubung koordinatif
Kata hubung koordinatif digunakan untuk menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama unsurnya.
Misalnya : dan, serta, tetapi.
b.   Kata hubung korelatif
Kata hubung korelatif digunakan untuk menghubungkan dua kata atau frasa yang memiliki status yang sama, biasanya dipisahkan oleh salah satu kata atau frasa.
isalnya : baik… , maupun… , tidak hanya… , tetapi juga… .
c.   Kata hubung subordinatif
Kata hubung subordinatif digunakan untuk menghubungkan dua kata atau frasa yang tidak memiliki status yang sama.
Misalnya : setelah… , agar… , sehingga… , karena… .

Comments